Skip to Content

Arsip Santapan Rohani

Rabu, Juli 28 2010

Yeremia 6:14-20

Ambillah tempatmu di jalan-jalan dan lihatlah, tanyakanlah jalan-jalan yang dahulu kala, di manakah jalan yang baik, tempuhlah itu, dengan demikian jiwamu mendapat ketenangan. —Yeremia 6:16

Mazmur 46–48 • Kisah Para Rasul 28

Bila Anda pernah berusaha untuk memperbaiki sesuatu dan gagal, Anda akan menghargai tulisan yang saya baca di papan penanda yang terpampang di depan bengkel otomotif: Kami Akan Memperbaiki yang Diperbaiki Suami Anda. Apakah itu kerusakan mobil, pipa air, atau segala jenis peralatan, biasanya akan lebih baik apabila diperbaiki oleh seseorang yang ahli dan dapat dipercaya.

Hal ini berlaku juga bagi dosa dan pergumulan di dalam diri kita yang menentang usaha kita untuk memperbaikinya.

Yeremia mencela para nabi dan imam yang rakus di zamannya yang “mengobati luka umat Tuhan dengan memandangnya ringan, katanya: Damai sejahtera! Damai sejahtera!, tetapi tidak ada damai sejahtera” (Yer. 6:14). Mereka tidak dapat mengubah diri mereka sendiri atau mengarahkan orang supaya mengalami pembaruan rohani. Jadi, Tuhan memanggil orang-orang untuk mengikuti jalan-Nya: “Ambillah tempatmu di jalan-jalan dan lihatlah, tanyakanlah jalan-jalan yang dahulu kala, di manakah jalan yang baik, tempuhlah itu, dengan demikian jiwamu mendapat ketenangan” (ay.16).

Berabad-abad kemudian, Yesus, Anak Allah, berkata: “Marilah kepada- Ku, semua yang letih lesu dan berbeban berat, Aku akan memberi kelegaan kepadamu” (Mat. 11:28).

Pada saat kita gagal ketika berusaha memperbaiki bagian hidup kita, tangan Allah mampu memulihkannya. Melalui iman dalam Kristus, kita dapat kembali dipulihkan. —DCM 

Keretakan hidup bisa diperbaiki 

Dengan beriman dalam Kristus Tuhan— 

Awalnya menyakitkan, tetapi kemudian pemulihan 

dan perbaikan didapatkan. —Hess 

Ketika Allah mengampuni, Dia membuang dosa dan memulihkan jiwa.